Perbaiki Posisi Tidur Demi Kesegaran dan Kesehatan

23 Agustus 2008

Pernahkah Anda bangun tidur dengan kondisi badan yang bukannya segar, tapi malah pegal atau sakit di sekitar leher? Posisi tidur memang jarang dipikirkan oleh sebagian besar kita, terutama bila kantuk sudah terlanjur datang.

Padahal posisi tidur sebenarnya sangat mempengaruhi kebugaran dan kesegaran tubuh Anda keesokan hari, saat bangun tidur. Berikut beberapa anjuran mengenai posisi tidur dan pengaruhnya pada kesegaran dan kesehatan Anda:

1. Posisi tidur yang paling sempurna, sebenarnya posisi di mana tubuh dapat menjadi rileks. Saat tidur, usahakan agar tubuh tidak melengkung karena posisi ini dapat mengganggu sirkulasi jantung dan darah.

2. Saat tidur upayakan pula agar seluruh kepala dan leher tertopang dengan baik, agar Anda tidak menderita sakit pinggang. Misalnya dengan menaruh bantal kecil atau handuk yang digulung di belakang leher, asal tidak terlalu tinggi.

3. Bagi Anda yang ingin mengencangkan otot pipi, tidur telentang sangat disarankan dan dilakukan secara rutin. Sementara yang terbiasa tidur dengan posisi miring, para dokter menyarankan untuk mengambil posisi miring ke kanan agar tidak menekan aliran darah ke jantung.

4. Bila tanpa sadar Anda tidur dengan posisi miring ke kiri, agar tidak menekan jantung, dapat disiasati dengan menggunakan bantal yang mengisi ruang kosong antara leher dan kasur. Meski kelihatannya sepele, namun ampuh untuk mengurangi sakit leher.

5. Posisi tidur yang nyaman adalah yang meniru posisi janin di dalam rahim, yaitu dengan sedikit memeluk lutut yang ditekuk mendekati perut.

6. Bila Anda sering tidur dengan posisi tengkurap, sebaiknya segera diubah sebab posisi ini yang paling buruk. Posisi ini menekan lengkungan tulang punggung yang menyebabkan otot tetap tegang selama tidur.

7. Posisi tengkurap juga membuat wajah menjadi sembab dan mata merah, karena dada dan jantung Anda tertekan. Selain itu aliran udara dan darah menuju perut, hati dan orang tubuh lainnya pun menjadi tidak lancar.

8. Hindari tidur dengan wajah menantang lampu, karena akan membuat wajah Anda jadi mengerut saat tertidur pulas.

9. Jangan lupa pula tanggalkan perhiasan dan pakaian dalam saat tidur, agar darah bisa bersirkulasi baik dan membuat anda tidur semakin nyenyak.

10. Bantal memiliki peranan yang sangat penting. Gunakanlah untuk menopang kepala dan leher dengan baik. Jangan gunakan bantal dengan terlalu tinggi, terlalu padat dan terlalu tipis sebab akan membuat Anda mengalami sakit leher dan peredaran darah ke otak tidak lancar.

sumber:halohalo.co.id


7 Tips Hapuskan Iri Hati

23 Agustus 2008


Dengan sungguh hati memahami mengapa kita hidup di dunia ini,
adalah pedoman tertinggi untuk mengatasi iri hati.

Biasanya, gemuk atau kurus senantiasa adalah topik utama kaum hawa, teman sekantor yang berbodi sexy sering kali dengan serta merta menjadi obyek yang dikagumi maupun menimbulkan iri hati. Sedangkan di dalam 6 kebutuhan pokok masyarakat, yang agak dipersoalkan oleh kaum adam adalah “Mobilitas”, dari membeli kendaraan sampai ke berkendara, barang siapa yang mobilitasnya buruk, maka kemungkinan saja dianggap sebagai pecundang. Padahal sesungguhnya, tak peduli anda memperbandingkan harta kekayaan, penampilan ataupun kedudukan, selalu saja akan ada yang lebih mengungguli, dan niscaya selamanya tak bakal ada habisnya. Ardilles, pengarang tersohor merangkap penerbit pernah mencatat dengan detail di dalam buku larisnya <Kehidupan paruh bayaku> bahwa ia dalam jangka waktu lama terbenam di dalam penderitaan yang menggelisahkan dan yang ia sarankan kepada pembacanya ialah, “Carilah sendiri tolok ukur kesuksesanmu”.

Cara Mengatasi Iri-hati
1) : PILIHLAH BIDANG YANG ANDA KUASAI
Psychologist Sherlock Weir menyatakan: “Tatkala anda tak kuasa menyetop memperbandingkan, cobalah mengenang suasana masa lalu ketika berjaya di dalam bidang lain dan dengan pengalaman sukses tersebut untuk meredakan rasa iri hati.”

Jikalau dapat menemukan bidang dimana anda dapat ber-ekspresi, maka ia dapat secara aktif memperkuat keterkaitan anda dengan kalangan tersebut. Seorang wanita yang mahir menunggang kuda, karena tekniknya bagus maka ditingkatkan dengan mengikuti lomba pacuan kuda professional. Di depan para pesaing, walau bisa saja secara spontan muncul perasaan iri hati, akan tetapi bersamaan dengan itu juga membangkitkan penampilan yang lebih baik di arena balap. Cari keistimewaan diri sendiri, dengan sendirinya kepercayaan diri juga meningkat. Temukan wilayah dimana anda bisa unggul, terkadang membutuhkan terus menerus bereksperimen dengan kesalahan. Jikalau bisa menemukan bakat diri sendiri, dan pada tempat yang tepat dapat mengembangkannya hingga maksimum, anda dan saya boleh dibilang adalah jenius dalam positif thinking!

2) UBAH SELIDIKI KELOMPOK
Pakar ekonomi, Robert Frank berpendapat: “Jikalau telah bosan menjadi orang termiskin di jalanan ini, maka pindahlah ke wilayah yang agak sederhana!” Meskipun kita tidak mampu menekan cognitive diri sendiri, tetapi memiliki kebebasan mutlak untuk memilih teman, tetangga dan rekan kerja. Mempertimbangkan mau ikut kelompok mana, mempengaruhi obyek dari rasa iri hati atau peng-idolaan kita, tetapi pengendalian diri dalam memperbandingkan dengan orang lain adalah semacam methode modifikasi yang baik.

Walaupun dengan mengubah kelompok bergaul membutuhkan harga cukup mahal, sepenuhnya tergantung bagaimana anda mengukurnya. Misalkan saja, apakah anda rela menjadi ujung tombak back (empat bagian?) di klub sepak bola tak terkenal? Ataukah sebagai pemain cadangan di klub sepaka bola tersohor (di Dallas)? Di klub sepak bola Dallas, barangkali saja anda akan mendapatkan juga undangan ke acara resepsi dan memperoleh tempat duduk yang tak penting di pergaulan kalangan atas, namun orang yang jeli bisa menilai sebenarnya (anda) berbobot atau tidak.

3) MENEMUKAN TEMPAT DI LINGKUNGAN BUDAYA YANG LEBIH KECIL
Meski tidak mudah untuk segera pindah pekerjaan atau mencari rumah, anda bisa saja mencari beberapa lingkungan budaya kecil, menemukan diantaranya kelompok gaul yang anda inginkan. Misalnya David Brooke, kolumnis New York Times mengambil Amerika sebagai contoh: “Amerika bukanlah negara dengan konsep kelas yang kuat, secara lebih mendasar, ia sebenarnya kumpulan dari berbagai kelompok independent, setiap kelompok pada memiliki centrum yang mereka sukai.” Misalkan saja, diantaranya bisa ditemukan ekstremis anti pemanasan global, penggemar olah raga terukur, atau penggila musik jazz dlsb dan di dalam lingkungan tersebut mengekspresikan diri semenstinya tidak terlalu sulit. Tak peduli posisi kewenangan anda di dalam situ bagaimana, kelompok-kelompok itu akan memperkokoh konsep nilai dan rasa kebersamaan anda.

Komunikasi antar kelompok kecil-kelompok kecil ini juga cukup terbatas. Suatu perubahan kekuasaan, bagi orang dalam boleh dibilang kemungkinan adalah menggemparkan, tetapi bagi orang luar yang meneliti dari arah luar, bagaikan hiccup (jw: ceguk-an) yang sama sekali tidak berarti. Seperti psikolog yang menyukai orang lain menggunakan namanya sebagai referensi formulir psiko-test, walaupun jarang ada orang yang akan memperhatikan nama siapakah gerangan ini.

4) LEBIH BAIK SEBAGAI KEPALA AYAM DARIPADA SEBAGAI EKOR SAPI
Di depan mata terdapat 2 pilihan, satu ialah menjadi pengacara di desa, orang di komunitas itu pada mengenal diri anda, bahkan papan nama di depan pintu tertera nama anda; ataukah menjadi salah seorang pemegang saham yang silent (kosong) di sebuah biro konsultan pengacara besar, maka anda akan memilih kehidupan yang mana?

Tak dapat dipungkiri, banyak orang seringkali di dalam lingkungan kecil lebih bisa berkembang. Robert Frank memberi contoh seorang temannya yang meski prestasinya saat remaja tidak menonjol, nilainya tidak mampu membawanya masuk ke sekolah ternama (di kota), terpaksa beralih ke sekolah negeri di pedesaan. Tak dinyana di sekolah-desa ia malahan bagaikan ikan yang memperoleh air, akhirnya ia diterima di sebuah P.T. yang termasyur. Sesudah menjauhi lingkungan besar, apabila bisa dengan cara inovatif atau lateral/berbalikan mengembangkan jalan keluar sendiri yang unik, nasib seumur hidup barangkali semenjak saat itu sudah bisa diubah.

5) SEMAKIN MATANG SEIRING BERTAMBAHNYA USIA
Mengenal point ini sangat penting, ia juga adalah pedoman orang-orang untuk menekan iri-hati. Survey membuktikan, kebiasaan membandingkan, akan berangsur berkurang seiring dengan pertambahan usia. “Sewaktu ibu saya masih muda, sangat iri-hati terhadap kawan-kawan wanitanya itu”. Sarah S. mengenang. Sampai pada suatu hari ibu Sarah yang berusia 60 th mengungkapkan, persahabatannya dengan kawan-kawan lamanya itu semakin lama semakin bagaikan saudara kandung, dia baru merasakan peningkatan pemahaman terhadap dunia sanubari sang ibu. Ketika perempuan telah melampaui masa kematangannya yang penuh energi, kecenderungan iri-hati terhadap rekan sesama perempan akan semakin surut.

6) MENCIPTA RASA AMAN SEJATI
”Soroton mata anda seyogyanya alihkan dari orang lain, taruhlah alat pendeteksi itu pada hati anda dan periksalah dengan teliti, carilah benih keiri-hatian di dalamnya, hapuskan suara yang usang serta pengalaman yang telah lampau. Pusatkan segenap hati anda dengan baik-baik bentuklah perasaan aman yang sejati pada emosi dan pribadi anda!” demikian kata Jennifer James di dalam buku <Perjalanan Nurani>. Tatkala rasa iri hendak bergerak, pikirkan dahulu hal apakah bagi anda baru betul-betul penting? Apakah baru merupakan target anda sendiri? Bisa mencapai apakah kemampuan dan sumber daya anda? Ia bisa membantu anda lepas keluar dari persaingan psikologis, dengan kepala tegak dan langkah tegap melangkah menuju kehidupan milik anda sendiri.

7) PAHAMI KESEJATIAN HIDUP
Ini adalah pedoman tertinggi menyelesaikan rasa iri. Manusia hidup di dunia, memiliki hawa nafsu dan rasa sentimental, semuanya secara naluri ingin hidup dengan lebih baik, bisa hidup dengan lebih terpandang dan terhormat. Justru karena manusia memiliki angan-angan, dalam hati kecilnya bisa tumbuh rasa sentimental berupa cinta dan benci, ini adalah daya penggerak timbulnya iri hati. Apabila seorang manusia bisa menyadari, bahwasanya manusia hidup di dunia, tujuannya sesungguhnya bukan demi hidup dengan lebih baik, dengan lebih terpandang dan terhormat, melainkan demi kembali ke jati diri yang asli/suci, balik ke sifat pokok alami manusia. Jikalau bisa mengenali hal ini, maka perolehan dan kehilangan dalam hal materi dan kepuasan terhadap hawa nafsu dan rasa sentimental menjadi tidak begitu penting lagi, maka lantas mampu juga mengurangi hingga menghapus daya gerak timbulnya iri hati. Tentu saja cara melalui pemahaman kesejatian hidup hingga berhasil mengendalikan iri hati, bukannya dengan mudah dapat dilakukan oleh setiap orang, namun jikalau anda benar-benar mau bertekad mengatasi iri hati, maka ia selain merupakan cara yang efektif, juga merupakan pedoman tertinggi yang bisa menuntaskan masalah iri hati.

sumber:erabaru.or.id


Berpikir Demi Orang Lain

23 Agustus 2008


Sering orang mengatakan, berpikirlah untuk orang lain, (dalam arti kata, banyaklah berempati, atau ikut memahami perasaan orang lain, atau me-ngutamakan kepentingan orang lain terlebih dahulu).

Sebenarnya perkataan ini mudah diucapkan tapi tidak untuk melaksanakannya. Khususnya di dalam lingkungan masyarakat sekarang ini, banyak sekali konsep buruk yang meracuni cara berpikir manusia. Sehingga memikirkan orang lain menjadi sangat tidak mudah! Mari kita lihat dua kisah cerita di bawah ini.

Cerita Seorang Dokter Muda
Ada seorang dokter yang masih muda, ia membuka praktek sendiri. Ia sangat baik tapi kurang mahir dalam mengobati orang sakit. Oleh karena itu pasien yang datang untuk berobat kepadanya tidaklah begitu banyak.

Sang dokter juga sangat mementingkan nama baik dan reputasi dirinya. Demi reputasinya agar semua orang mau berobat padanya, ia sering menggunakan obat-obatan yang mahal dengan mengenakan bayaran yang murah kepada fakir miskin yang berobat padanya, sehingga dengan demikian ia pun mendapat nama baik.

Suatu hari, si dokter sedang gelisah, sudah menganggur seharian karena tak banyak pasien yang datang. Lalu datanglah seorang ibu membawa anaknya untuk berobat, anak itu kelihatannya sangat kurus dan lemah, tak bersemangat. Kedatangan pasien ini membuat si dokter sangat gembira, setelah memeriksa anak kecil itu, ia pun berkata pada si ibu, ”Tubuh anak ibu ini sangat lemah, saya masih memiliki ginseng gunung yang sangat bagus jika dicampur dengan obat – obatan lain untuk merawat tubuhnya, anak ibu pasti akan segera sembuh!”

Sang ibu berkata, ”Kami adalah orang miskin, tidak mampu membeli obat-obatan yang demikian mahal!”

Dokter itu berkata, ”Saya hanya akan menerima setengah harga saja dari ibu, asalkan anak ibu bisa segera sembuh itu sudah cukup bagi saya.” Lalu dokter pun memberikan anak itu obat untuk dosis pemakaian selama setengah bulan. Ibu dan anak itu pun pulang ke rumah dengan riang gembira.

Sebenarnya anak itu hanya menderita ketidakselarasan limpa dan maag akibat panas dalam yang berkepanjangan, yang telah mempengaruhi selera makannya menjadi menurun sehingga menyebabkan tubuhnya tampak lemah. Yang dibutuhkannya hanya obat untuk membersihkan panas dalam, lalu menggunakan dua atau tiga resep untuk kembali membangkitkan selera makannya, itu sudah cukup.

Tapi dokter ini telah menggunakan obat yang berlebihan… Terbukti benar, setelah minum obat dari sang dokter, anak itu bukan saja tidak sembuh dari penyakitnya tetapi justru semakin tidak bisa makan dan minum, hidungnya terus mengeluarkan darah. Ibunya terpaksa membawanya ke dokter lain untuk didiagnosa kembali, dan akhirnya anak itu baru dapat disembuhkan.

Kisah Seorang Profesor
Ada seorang profesor di sebuah perguruan tinggi yang tenama, karena sibuk meniti karir sang profesor baru mendapatkan seorang anak di usianya yang ke-40. Anak sang profesor sangat lucu dan juga cerdas, dalam hati sang profesor berpikir bahwa kelak ia akan membina anaknya menjadi seorang ilmuwan yang lebih unggul dari pada dirinya. Sejak anaknya berusia 5 tahun ia pun mulai memberikan sang anak berbagai macam pe-lajaran, terutama pelajaran-pelajaran di perguruan tinggi seperti matematika, kimia, dan fisika.

Mula-mula anak itu terlihat sangat berminat, seperti mendengarkan suatu cerita. Tapi jika diminta untuk belajar sungguh-sungguh, anak itu tidak pernah mau, lama kelamaan sang anak pun tak senang lagi mendengar ajaran profesor.

Tapi sang profesor tidak mau menyerah begitu saja, demikianlah anak itu berangsur-angsur tumbuh menjadi anak remaja, yang semakin lama semakin jengkel mendengarkan ajaran ayahnya itu. Mulanya ia hanya menangis kemudian ia pun mulai membolos. Profesor itu menjadi murka, di dalam hatinya ia berpikir bahwa semua yang diajarkannya itu adalah ilmu murni! Orang lain bahkan tidak mungkin mendapatkannya! Ia pun mulai memukuli sang anak untuk memaksanya belajar.

Bertahun-tahun kemudian, anak itu pun tumbuh dewasa, tapi rapor sekolahnya sangat jelek, anak itu benci sekali belajar, hampir setiap kali melihat buku ia akan merasa sakit kepala. Sang profesor masih saja tidak mau menyerah, setiap malam ia terus memberikan pelajaran pada anaknya, bercerita tentang kemajuan teknologi terbaru. Hingga akhirnya pada suatu hari, anaknya pergi ke sekolah dan tidak pernah pulang ke rumahnya lagi, ia meninggalkan rumah itu dan pergi jauh…

Seorang dokter yang tahunya hanya menggunakan obat yang baik tapi tidak memahami bahwa memberi obat pun harus sesuai dengan penyakit yang diderita pasien. Tidak peduli apakah obat yang digunakan itu murah atau pun mahal, hanya dengan penggunaan obat yang sesuai, suatu penyakit baru dapat disembuhkan. Si dokter tidak mengerti akan prinsip penerapan obat yang tepat.

Meskipun dokter ini telah mengenakan biaya murah saat ia mengobati penyakit pasiennya, tapi hanya untuk melindungi sifatnya yang suka menjadi pahlawan bagi orang lain, ia sama sekali tidak lagi mempedulikan keadaan penyakit yang diderita pasiennya. Ia mengira bahwa ia sudah menaruh perhatian dan memikirkan pasiennya, padahal sebenarnya? Sama sekali tidak. Ia sama sekali tidak memikirkan keadaan pasiennya, yang ada dalam pikirannya hanyalah memuaskan sifatnya yang suka menjadi pahlawan.

Profesor tersebut telah keliru memberikan sesuatu yang menurutnya terbaik bagi anaknya secara paksa, tanpa mempertimbangkan kemampuan menerima anaknya. Dengan demikian, ia tidak hanya gagal dalam hal mengajarkan ilmunya kepada sang anak, tetapi juga telah mencelakan diri anaknya karena sang anak sama sekali tidak bisa menerimanya!

Namun sang profesor dari awal hingga akhir masih saja beranggapan bahwa yang ia berikan adalah yang terbaik, mengapa sang anak justru tidak mau? Ia sudah terbelenggu akan pikirannya sendiri, tak terpikir olehnya bahwa ia juga mengawalinya dari SD, lalu SMP, SMA, lalu perguruan tinggi… dan seterusnya, demikian, mempelajari ilmunya setahap demi setahap!

Ia terlalu terikat akan perencanaan terhadap anaknya itu. Ia bisa menjadi seorang profesor yang baik, tapi belum tentu demikian dengan anaknya, menjadi musisi atau penulis, bukankah itu juga sangat baik? Setiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing, memaksakan maksud dan kehendak sendiri pada orang lain, apakah ini berarti kita sudah berpikir demi orang lain?

Seperti bunyi peribahasa, hati yang baik belum tentu dapat mengerjakan hal yang baik. Memang benar, dengan suatu kesungguhan hati memikirkan orang lain seharusnya seseorang dapat memberikan sesuatu yang dibutuhkan orang tersebut, memberikan sesuatu yang bisa diterimanya, dan bukan berdasarkan pemikiran dan kepentingan diri kita sendiri.

Namun demikian kebaikan seperti ini merupakan kebaikan yang telah berubah wujud, karena menunjukkan suatu kebaikan yang justru menciptakan rintangan, hal inilah yang paling dapat menipu diri sendiri dan menipu orang lain.

Kebaikan mereka (dokter dan profesor) itu semu, tidak mencerminkan empati pada orang lain, walaupun yang ditunjukkan di situ adalah kebaikan terhadap Anda, di dalam hati mereka sesungguhnya masih terikat akan, “Anda harus melakukan hal ini menurut rencana dan pendapat saya.” Apa ini dapat dikatakan benar-benar berpikir demi orang lain? Sebenarnya mereka hanya memikirkan keterikatan mereka sendiri.

Lalu bagaimana yang dikatakan benar-benar berpikir demi orang lain?
“Saya sering mengatakan suatu ungkapan : jika seseorang tidak memiliki pikiran ego apa pun akan dirinya, tidak berpijak pada sisi kepentingan pribadinya sebagai tolok ukur, dan sepenuh hati senantiasa berbuat demi kebaikan orang lain, maka pada saat ia memberitahukan kekurangan atau kesalahan orang lain, maka orang tersebut pasti akan terharu mendengar penuturannya. Kekuatan dari Shan (kebajikan) ini sangat besar, hanya saja pada umumnya seseorang pada saat memberitahukan sesuatu yang baik pada orang lain acap kali justru membawa serta konsep kepentingan pribadinya. Bahkan ada pula yang takut akan kehilangan, sehingga terbawa serta pula perasaan hati yang berniat untuk melindungi kepentingan diri sendiri. Ada banyak faktor yang tercampur di dalamnya, maka perkataan yang terucap, kedengarannya tidak akan lugu, tidak murni lagi, dan acap kali disertai emosi. ”Jika benar-benar timbul kebaikan dari dalam sanubari Anda, dan tidak ada sedikit pun konsep manusia (=kepentingan pribadi) tercampur di dalamnya, perkataan yang Anda ucapkan benar-benar akan dapat membuat orang lain terharu.” — Master Li Hongzhi, pendiri Falun Gong.

Saya berpendapat, benar-benar berpikir untuk orang lain, bukan hanya harus dapat menyingkirkan ego dan kepentingan pribadi, melainkan juga harus menggunakan hati yang murni suci berempati demi orang lain, itulah yang disebut berpikir untuk orang lain yang sesungguhnya. Marilah kita melihat ke dalam diri kita sendiri, apakah kita sudah benar – benar melakukan berempati atau berpikir demi orang lain?

sumber:erabaru.or.id


8 Cara Mudah Menambah Tenaga

23 Agustus 2008


Jagalah tubuh agar tidak lelah, pertahankan kondisi prima, tambahkan kesegaran pada keseharian Anda dengan tips sederhana berikut ini:

1. Sarapan pagi
Sangat mudah untuk dilewatkan, namun melewatkan sarapan pagi dapat mengganggu Anda. Menyediakan waktu untuk bersantap pagi dapat mendorong metabolisme Anda semakin kuat dan memberi Anda energi untuk pembakaran. Pilih makanan yang kaya karbohidrat seperti sereal atau roti gandum, karena tubuh Anda memerlukan Glukosa sebagai bahan bakar.

2. Minum yang cukup
Minumlah 1.25 liter air segar dan jadikan kebiasaan walaupun itu melebihi kebutuhan Anda setiap harinya. Dehidrasi menyebabkan fungsi otak menjadi kurang efisien.

3. Istirahat yang cukup
Orang dewasa rata-rata membutuhkan waktu delapan jam untuk tidur. Mengatur waktu yang cukup untuk mengistirahatkan mata.

4. Konsumsi makanan sehat
Jangan tinggalkan makanan sehat. Berpergian terlalu lama tanpa makan memungkinkan gula darah Anda menurun, menyebabkan kekurangan energi.

5. Kehilangan zat besi
Bagi wanita khususnya, pastikan kadar zat besi Anda cukup, zat besi bisa ditemukan pada daging merah dan sayuran hijau.

6. Waspadai kafein
Satu atau dua cangkir teh, teh dapat membantu kesiagaan mental Anda. Namun apabila Anda minum hingga berlebihan, perasaan gelisah dan emosi dapat muncul.

7. Berhenti demi kebaikan
Nikotin menghabiskan oksigen dalam darah Anda. Mengingat oksigen dan glukosa diperlukan untuk menghasilkan energi, alasan mengapa perokok lebih mudah lelah menjadi jelas.

8. Berelaksasi sejenak
Relaksasi dapat menghilangkan stress dan meredakan gejala insomia. Cobalah berbagai aktivitas seperti kayaking, meditasi atau mendengarkan musik instrumen, hingga Anda menemukan mana yang tepat. (BHC/tnm)


Keajaiban Janin

23 Agustus 2008

Keajaiban Janin

Janin dalam kandungan, bukanlah seperti sebuah gumpalan daging yang tak dapat mendengar dan melihat. Sebelum lahir, sistem syaraf dan berbagai macam indera janin sudah sempurna, dengan demikian dapat bereaksi terhadap berbagai macam rangsangan dari luar maupun dalam tubuh ibu.

Apakah janin dapat mendengar suara?
Tentu bisa. Hal ini telah dibuktikan bahwa pada saat usia janin menginjak enam bulan, dia sudah memiliki segala kemampuan untuk mendengar.

Yang sering didengar oleh janin adalah : suara aliran darah yang melalui plasenta, suara denyut jantung ibu, suara udara dalam usus, suara pembicaraan ibu serta berbagai macam suara musik dari luar kandungan. Semua ini akan membentuk sebuah simfoni unik yang membuat janin melakukan reaksi tertentu. Sang ibu juga dapat merasakan perubahan gerakan janin.

Berdasarkan pengamatan ahli, seorang ibu yang tengah mengan-dung apabila bertengkar dengan orang lain, dapat menimbulkan reaksi marah pada si janin.

Janin akan memukul dan menendang kandungan ibu, ini sebenarnya adalah peningkatan terhadap gerakan janin. Sewaktu sang ibu tengah berjalan di jalan raya, bunyi klakson mobil yang keras juga dapat membuat janin merasa kurang nyaman. Hal ini akan menyebabkan janin melakukan aksi protes dan melakukan gerakan keras.

Pada waktu menghadiri konser, apabila sang ibu hamil tenggelam dalam musik ringan yang merdu dan indah, si “pendengar cilik” didalam perut pun melakukan gerakan lembut dan berirama. Namun ketika tepuk tangan penonton bergemuruh, acap kali menyebabkan si janin terkejut dan tidak tenang.

Apakah janin telah memiliki daya penglihatan ?
Terhadap rangsangan penglihatan, janin tidak acuh. Janin hidup dalam kegelapan di kandungan ibu, pada saat usia janin menginjak bulan ke empat, dia sudah sangat peka terhadap cahaya.

Para peneliti pernah melakukan uji coba dengan lampu senter. Secara teratur peneliti menyinari perut ibu, dan mendapatkan bahwa sepasang mata janin terbuka. Wajah janin menghadap kearah cahaya serta denyut jantungnya mengikuti perubahan yang teratur.

Disaat kehamilan telah menginjak usia tua, apabila disinari dengan sorot lampu, gerakan mata janin akan terlihat lebih kuat. Akan tetapi bila hal ini terus dilakukan, si janin menjadi tenang kembali.

Selain itu melalui alat EEG (Elektroensefalogram /alat pengukur grafik kerja otak), otak besar janin dapat bereaksi terhadap kelap-kelip cahaya.

Daya penglihatan bayi ketika baru lahir hanya mencapai 30-40 cm. Ini kebetulan sesuai dengan jarak panjang posisi dalam kandungan, dan menjelaskan bahwa bayi yang baru saja lahir, di sisi lain masih mempertahankan kebiasaan hidupnya saat dalam kandungan.

Apakah janin telah memiliki indera peraba ?
Indera peraba pada janin lebih dini muncul dibanding indera pendengar. Penelitian mendapatkan bahwa, disaat janin telah berusia dua bulan, dapat bereaksi terhadap sentuhan yang lembut dan tusukan.

Pada usia janin sekitar 4-5 bulan, apabila bibir atas atau lidahnya disentuh, maka mulutnya dapat bereaksi membuka dan menutup. Gerakannya seperti sedang menghisap.

Para peneliti juga mengamati dan menemukan apabila menggunakan batang kecil menyentuh telapak tangan janin, dia akan segera menggenggam kencang kepalan tangannya. Hal ini cukup membuktikan bahwa terdapat fungsi indera peraba pada janin.

Apakah janin juga telah memiliki indera perasa ?
Tentu. Pada saat usia kehamilan menginjak empat bulan, pertumbuhan indera perasa pada lidah janin sudah sempurna. Janin dapat dengan penuh selera menikmati air ketuban yang rasanya sedikit asin .

Ilmuwan Albert dari Selandia Baru melakukan uji coba sederhana untuk membuktikan hal tersebut. Disaat dia memasukkan sakarin kedalam air ketuban ibu hamil, dia menemukan bahwa janin dengan kecepatan dua kali lipat dari biasanya menghisap air ketuban. Akan tetapi ketika dia menuangkan minyak berbau tidak enak ke dalam kandungan, si janin segera berhenti mengisap air ketuban, bahkan berontak dalam perut, menyatakan ketidaksukaanya.

Dengan demikian janin ternyata dapat bereaksi terhadap berbagai rangsangan yang datang dari luar bahkan dalam tubuh ibu. Oleh karena itu sudah seharusnya lingkungan tempat tinggal, tingkah laku dan tutur kata ibu yang tengah mengandung harus selalu dijaga.

Segala sesuatu yang dilihat dan didengar sendiri, baik itu perasaan suka, marah, sedih dan senang, sudah pasti memberi pengaruh bagi perkembangan si janin. Jangan mengira bahwa janin belum memiliki perasaan, sehingga dengan sengaja tidak membatasi diri.

Disamping itu manfaatkan sepenuhnya keunikan janin ini, untuk memberikan pendidikan sedini mungkin dan pengaruh baik secara berangsur-angsur dengan penuh semangat mendorong maju pertumbuhan dan kesehatan jiwa dan raga janin.

sumber:erabaru.or.id