Mengendurkan Pikiran, Resep Nutrisi yang Baik

29 Agustus 2008


Umumnya di saat kita sedang mengalami tekanan ujian atau tekanan pekerjaan, pikiran seringkali menjadi gelisah dan sulit tidur. Namun jika dapat mengatasinya dengan tepat maka dapat diubah menjadi tenaga pendorong, membuat diri sendiri lebih dapat memusatkan perhatian. Berikut ini ada beberapa cara untuk menyegarkan semangat dan mengendurkan pikiran.

Perhatikan makanan dan minuman

Makanan yang seimbang dapat meningkatkan kemampuan menghadapi tekanan, dalam makanan sehari-hari kurangi makanan yang dapat mengakibatkan tekanan misalnya kopi pahit, alkohol dan gorengan. Pilihlah jenis makanan yang mengandung vitamin B dan C, misalnya buah-buahan, sayur hijau dan ikan, ditambah dengan makanan berserat, kurangi makanan berlemak dan gula, usahakan tiap hari makan makanan yang seimbang, ini merupakan formula kesehatan!

Minuman

Teh dan air putih adalah minuman yang terbaik, selain menyehatkan juga dapat menghilangkan rasa haus.

Banyak orang minum sari pati ayam, makanan bervitamin untuk menyegarkan semangat, tapi tidak harus makan vitamin, secangkir teh pahit yang harum adalah obat terbaik untuk menyegarkan semangat. Sebab dalam teh mengandung beberapa macam vitamin, termasuk vitamin A, B, C, D, E, K dan P. Vitamin C dan lemon manfaatnya sama, bukan saja dapat membersihkan darah dan menghilangkan racun, namun juga dapat memperkuat daya tahan tubuh! Harus Anda perhatikan, walaupun teh dapat menambah vitalitas dan mencegah penyakit, jika minum berlebihan dapat menimbulkan pengaruh yang tidak baik bagi tubuh. Efek yang ringan akan menjadi susah tidur, bila efeknya berat akan menimbulkan gejala “mabuk teh”. Efek yang ringan dapat menyebabkan tangan gemetar, sampai yang berat menyebabkan jalan tidak stabil dan ingin muntah. Susu segar tanpa atau rendah lemak juga dapat menyuplai gizi yang cukup. Kopi mengandung “kafein” tiap hari minum sedikit dapat menyegarkan pikiran, tapi jangan terlalu banyak untuk menghindari tekanan mental yang dapat mengakibatkan sulit tidur.

Jajan

Jajan adalah “nafsu mulut” saja, Namun ada “jajanan” yang bermanfaat bagi otak. Cobalah mengunyah permen karet. Permen yang tidak mengandung gula atau sedikit gula, atau makan permen lemon, rasakan asamnya, tapi jangan berlebihan, dapat merusak gigi. Dapat juga makan biskuit yang rendah garam, rendah lemak, mengandung hidrokarbon dan biskuit berserat tinggi adalah pilihan yang terbaik.

Ingat: walaupun gula merupakan sumber penyalur energi ke otak, namun terlalu banyak makan malah dapat mengakibatkan rasa kantuk. Maka jika ingin menjadi seorang konsumen yang cerdik, usahakan menghindari makanan yang dapat merusak kesehatan Anda. Pilihlah jajanan yang bergizi, dan harus dibiasakan melihat keterangannya.

sumber:erabaru.or.id


Hubungan Ponsel dan Sperma Abnornal

29 Agustus 2008


Pemakaian ponsel kembali dikaitkan dengan masalah kesehatan. Kali ini dinyatakan, kaum lelaki yang menghabiskan waktu berjam-jam melakukan panggilan via ponsel memiliki resiko penurunan jumlah sperma. Bahkan disebutkan, pemakaian ponsel juga meningkatkan kadar sperma abnormal.

Kesimpulan tersebut dinyatakan pakar di pusat kesehatan Cleveland Clinic (AS). Mereka memaparkan, produksi sperma pada pria terpengaruh oleh frekuensi pemakaian ponsel. Semakin lama pria memakai ponsel, semakin besar kemungkinan produksi sperma mengalami gangguan.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Fertility and Sterility. Seperti dilansir FoxNews, para peneliti melibatkan sampel sebanyak 361 pria dalam kurun waktu satu tahun. Para partisipan ditanya seputar kebiasaan pemakaian ponsel untuk dibandingkan dengan jumlah produksi sperma mereka.

Menurut Dr. Ashok Agarwal yang memimpin penelitian ini, penurunan produksi sperma ini otomatis berpengaruh terhadap tingkat kesuburan pria dalam menghasilkan keturunan. Ia memaparkan, lelaki yang memakai ponsel dalam waktu empat jam atau lebih tiap harinya, mengalami produksi sperma yang sangat rendah.

Penurunan jumlah sperma ini diduga disebabkan oleh gelombang elektromagnetis ponsel. Meski demikian, seperti yang sering terjadi pada penelitian semacam ini, lagi-lagi belum ada bukti yang benar-benar pasti mengenai kesimpulan para dokter tersebut.

sumber:(perempuan.com)